Kunjungi website dan media sosial resmi Rhoma Irama

Filmografi » Movies
Rhoma Irama Berkelana
Rilis
1978
Produksi
PT. Naviri Film
Produser
Dharmawan Susanto
Sutradara
Yung Indrajaya
Penata Skrip
Sapto Boesono
Cerita
Rhoma Irama
Penata Kamera
R. Husein
Penata Artistik
Sapto Boesono
Penata Gambar
Muryadi
Penata Suara
Endang Darsono, Mansur
Penata Musik
Rhoma Irama
Pemeran
Rhoma Irama, Rachmat Hidayat, Yatie Octavia, Sukarno M. Noor, Chitra Dewi, Ade Irawan, Dewi Indrawati, Hasan Dollar, Mustafa Kamil, Mustafa Wirya
Sinopsis film Rhoma Irama Berkelana

Subrata, pengusaha dan ayah Rhoma di Bandung, mengarahkan anaknya agar jadi sarjana ekonomi. Rhoma mengikuti sambil menekuni kegemaran musik. Musik ini yang diharamkan Subrata, hingga sering konflik dan akhirnya Rhoma diusir dari rumah.

Maka Rhoma pun berkelana ke Jakarta dan mengaku bernama Budi. Ia hidup bersama sebuah grup pengamen. Ketika salah seorang temannya sakit parah dan membutuhkan biaya besar, dan permintaan bantuan pada ayahnya ditolak, maka Budi menjambret tas Ani yang disuruh ayahnya mengurus surat-surat rumah. Ia membayar perawatan temannya, dan mengembalikan surat penting kepada Ani. Teman Budi tak tertolong. Ani jatuh simpati, begitu juga orangtuanya. Budi dijadikan sopir untuk Ani. Hubungan cinta tumbuh.

Sementara itu Subrata mengikuti usul istrinya untuk melamar Ani sebagai istri Rhoma. Maksudnya, bila sudah menikah, diharap Rhoma berubah. Niat ini bagai pucuk dicinta ulam tiba oleh ayah Ani, Surya, bawahan Subrata. Ani menolak, dan ketahuan ia bercintaan dengan Budi, maka Budi alias Rhoma diusir. Berkelana lagi.

sumber: filmindonesia.or.id
Lagu-lagu dalam film Rhoma Irama Berkelana
(based on the order of appearance)
Judul Lagu
Penyanyi
Album
Rhoma Irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama & Rita Sugiarto
Rhoma Irama & Rita Sugiarto
Terpaksa
Penyanyi: Rhoma Irama
Komposer/Lirik: Rhoma Irama
Sungguh terpaksa aku menyanyi
Mengharapkan tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati

Aaaa... aaaa... aaaa... aaaa...

Sungguh terpaksa aku menyanyi
Mengharapkan tuan bermurah hati

Sungguh aku malu tiada terkira
Menadahkan tangan meminta-minta
Karena terpaksa ini kulakukan
Yang kupinta hanya sekedar makan
Melalui lagu kuketuk hatimu

Sungguh terpaksa aku menyanyi
Mengharapkan tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati

Aaaa... aaaa... aaaa... aaaa...

Sungguh terpaksa aku menyanyi
Mengharapkan tuan bermurah hati

***